PERTUMBUHAN IMAN KRISTIANI (5)

Pertumbuhan iman orang Kristen mengalami tiga tahap yang di tandai dengan Baptis Air, Baptis Roh Kudus dan Baptis Api. Tetapi bagaimanakah orang Kristen dapat bertumbuh imannya hingga mencapai tahap Baptis Api, dalam hal ini kita dapat belajar dari rasul Petrus, yang ditulis dalam suratnya yang ke dua (tahun 60-70 M) kepada orang-orang Kristen yang ada di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia dan Bitinia (1 Ptr.1:1). Saat  surat ini ditulis, rasul Petrus berusia sekitar enam puluh lima  tahunan dan ini adalah suratnya yang terakhir sebelum beliau martir, disalib terbalik di Roma pada masa pemerintahan kaisar Nero.  

“Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, dan kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan” (2Ptr.1:5-9).

Iman (faith) adalah dasar segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr.11:1). Iman yang paling awal atau paling kecil adalah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat manusia. Dan percaya bahwa melalui Yesus ada jalan kepada Allah (Yoh.14:6)

Kebajikan (virtue) adalah segala sifat-sifat baik (penyabar, pemurah, peramah, suka menolong dan lain-lain) yang harus dipunyai seorang beriman dalam dirinya, sifat-sifat itu sebenarnya sifat-sifat yang dipunyai Allah.

Pengetahuan (knowledge) adalah segala pengetahuan firman Tuhan yang akan menuntun orang percaya pada hidup yang penuh kebajikan yang dikehendaki Allah. Tanpa pengetahuan firman Tuhan orang akan mudah tersesat oleh pandangannya sendiri, yang sering sangat subyektif; mementingkan keuntungan dan kesenangannya sendiri.

Penguasaan diri (temperance) adalah segala sikap, perbuatan, perkataan dan pikiran yang didasarkan pada pengetahuan akan firman Tuhan , sehingga tidak lepas kontrol dan lupa karena kepentingannya sendiri, tapi lebih mementingkan pertumbuhan imannya.

Ketekunan (patience) adalah penguasaan diri yang sudah mendarah daging sehingga tahan terhadap segala ujian dan kesulitan hidup dengan penuh kesabaran.

Kesalehan (godliness) adalah keadaan dimana seorang beriman dapat  bersikap, berbuat, berkata-kata dan berpikir dengan penuh ketulusan, penuh pengertian, penuh pengorbanan, penuh hikmat dan penuh makrifat. Pada posisi iman seperti ini  ia tidak dapat tergoda oleh hal-hal duniawi.

Kasih akan saudara-saudara  (brotherly kindness) adalah kesalehan yang timbul dari dalam hati yang diberlakukan di dalam hubungannya dengan orang-orang yang dekat dengannya dan orang-orang yang kenal dengannya, misalnya keluarga, saudara, orang tua, istri, anak, karyawan, kolega, teman, dan saudara seiman.

Kasih akan semua orang (brotherly kindness charity) adalah keadaan dimana orang beriman dengan penuh kesalehan dapat bermurah hati kepada semua orang, tanpa membeda-bedakan (apa agamanya, rasnya, negaranya dan lain-lain). Pada posisi ini pertumbuhan imannya sudah mencapai sempurna, seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Ia mengasihi sesamanya seperti mengasihi dirinya sendiri (Mat.22:39).

Dari pelajaran rasul Petrus di atas dapat disimpulkan bahwa seorang percaya  imannya bertumbuh seiring dengan pembaharuan karakter manusiawinya. Semakin sempurna iman seseorang maka akan semakin baik dalam bersikap, berbuat dan berpikir.  Dan pada tingkat yang sempurna ia bahkan rela memberikan nyawanya untuk orang lain. Pada tingkatan iman seperti ini ia sudah siap untuk menerima Baptis Api yang diberikan Tuhan Yesus.

Yoh.15:13  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk saudara-saudaranya.

1 Yoh.3:16  Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia menyerahkan nyawanya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

Why.12:11  Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

 

This entry was posted in rohani. Bookmark the permalink.

4 Responses to PERTUMBUHAN IMAN KRISTIANI (5)

  1. Terang Kristiana Lee says:

    sebenarnya untuk apa pembaptisan itu ?

    • Sandi Putra says:

      Baptis merupakan tanda bagi orang beriman, agar ia ingat kepada Tuhan dan menjalani hidupnya sesuai dengan kehendakNya. Baptis Air sebagai tanda pertobatan, untuk mengingatkan dirinya agar meninggalkan tabiat-tabiat dan kebiasaan lama yang tidak sesuai dengan pertobatannya itu. Baptis Roh Kudus sebagai tanda baginya (berupa Karunia bahasa roh) bahwa Roh Kudus tinggal dalam dirinya dan ia harus hidup menurut Roh. Baptis Api sebagai tanda dan pintu baginya untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.
      Demikian yang bisa saya terangkan, semoga sdri Terang dapat puas dengan jawaban ini. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

  2. newkilier says:

    Bagaimana seharusnya, bila suatu gereja Tuhan tidak menggubris soal baptisan Roh dan Baptisan Api
    dan masalah perpuluhan,
    Apakah sebagai jemaat kita harus pindah gereja?
    atau bertahan sehingga timbul pro dan kontra yang bisa menimbulkan konflik internal bergereja?
    thank,s atas sarannya.

    • Sandi Putra says:

      Pengajaran mengenai baptisan Roh bagi masing-masing gereja mempunyai paham yang berbeda-beda; ada gereja yang tidak menekankan tentang baptisan Roh, karena gereja yang demikian menganggap baptisan Roh terjadi bersamaan waktunya dengan pertobatan orang Kristen. Jadi ketika orang bertobat Roh Kudus masuk ke dalam dirinya sehingga ia dapat mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamatnya; dan tandanya adalah orang tersebut mempunyai hidup baru, yaitu hidup dengan mengikuti kehendak roh.
      Ada gereja yang menekankan tentang baptisan Roh, dengan tanda karunia bahasa roh, karena menurut gereja ini baptisan roh adalah meterai bagi umat pilihan Allah yang berhak mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga.
      Mengenai baptisan Api saat sekarang bagi gereja masih menjadi sesuatu yang kurang jelas, sehingga gereja tidak mempunyai pengajaran yang jelas tentang baptisan Api. Gereja menganggap segala masalah dan kesulitan yang dihadapi orang Kristen adalah baptisan Api.
      Sedangkan mengenai perpuluhan, ada gereja yang sangat menekankannya bahkan dengan iming-iming bahwa dengan melakukannya orang Kristen akan diberi kelimpahan harta sebagai balasan perbuatannya itu. Tapi ada gereja yang menyerahkan pada kedewasaan iman dan kerelaan masing-masing orang itu; apabila ia melakukannya dianggap baik, sebaliknya bila tidak melakukannyapun tidak salah.
      Di dalam pembahasan saya penekanannya adalah pada pertumbuhan iman. Seseorang bertumbuh dari manusia yang berpikiran duniawi (ketika ia bertobat) bertumbuh menjadi manusia yang berpikiran rohani. Dalam hal ini manusia rohani yang bertumbuh terus akan menjadi sempurna, yang dapat melakukan kehendak roh dengan tanpa cacat dan cela. Imannya telah menghasilkan buah roh.
      Mengenai pindah gereja atau tidak, adalah merupakan pilihan atau selera; karena gereja adalah kumpulan orang-orang beriman yang mempunyai pertumbuhan iman yang tidak sama. Ada yang baik dan ada yang kurang baik; ada yang dewasa dan ada yang kurang dewasa.
      Sedangkan mengenai perbedaan pemahaman mengenai pembukaan firman Tuhan (pro dan kontra) dalam semua gereja pasti ada. Tapi yang penting diketahui adalah bahwa pembukaan firman Tuhan untuk membangun diri orang beriman dan jemaat gereja Tuhan.
      Jadi bila terjadi perpecahan dan pertikaian dalam gereja atau antar gereja, itu adalah masalah kepentingan dan masalah dunia, yang dilakukan oleh orang-orang yang masih berpikiran duniawi, bukan masalah tentang pembukaan firman Tuhan. Demikian jawaban saya, semoga membantu saudara….GBU.

Leave a Reply