Renungan (8): Tentang Hidup Menurut Roh


Rm.8:4-6  supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Hidup menurut Roh mempunyai banyak istilah yang maknanya sama, antara lain: hidup oleh iman, hidup oleh Roh, hidup dipimpin oleh Roh, hidup baru, hidup menurut kehendak Allah, atau hidup menurut perintah Allah; tetapi perlu penjelasan tentang apa yang dimaksudkannya itu. Hidup menurut Roh adalah suatu cara hidup yang lebih menggunakan iman, sehingga seseorang akan hidup menurut tuntunan Roh Kudus yang datang kepadanya, tuntunanNya itu biasanya disampaikan melalui pembukaan firman, nubuat, mimpi dan penglihatan. Ketika ia mendapatkannya, ia segera tahu bahwa itu firman Tuhan dan tanpa keraguan segera melakukan firman itu yang memberi perintah, nasihat, pengajaran, penghiburan atau teguran kepadanya.

Rm.1:17  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Gal.5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Rm.6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Ptr.4:6  Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.

2Yoh.1:6  Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Ay.33:14-16  Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur, maka Ia membuka telin ga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran

Seorang beriman yang diberi pembukaan firman dan mau melakukannya sesuai dengan firman itu akan di bukakan lagi firman yang lain. Semakin rajin ia melakukannya semakin sering diberi firman, ini yang dimaksudkan oleh perkataan Tuhan yesus dalam perumpamaan tentang talenta.

Mat. 25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Karena seorang yang diberi pembukaan firman adalah seperti seseorang yang masuk kedalam suatu gedung yang sangat panjang, yang terdiri dari banyak kamar yang bersambungan dan kamar-kamar itu dihubungkan dengan satu pintu yang masih tertutup. Seseorang yang masuk kedalam kamar -kamar itu harus mulai dari kamar pertama; untuk masuk kamar ke dua harus melalui kamar pertama, dan untuk masuk kamar yang ke tiga harus melalui kamar ke dua, demikian secara berturut-turut sampai pada kamar yang terdalam.

Pembukaan firman yang diberikan kepadanya ibarat pintu kamar pertama yang dibukakan, bilamana ia mau melakukannya, ia sama dengan melangkahkan kakinya memasuki kamar pertama itu. Ketika ia melangkahkan kakinya sampai di depan pintu kamar ke dua, ia akan diberi pembukaan yang ke dua, demikian seterusnya ia akan diberikan pembukaan firman yang ke tiga dan pembukaan firman selanjutnya.

Mazmur Daud juga menggambarkan pembukaan firman dengan mengibaratkan pelita yang di pasangkan pada kedua ujung kasut kakinya, bila ia berjalan di dalam gelapnya malam maka sekitar jalan didepannya sejauh satu dua meter akan diterangi tetapi jarak yang lebih jauh masih gelap, demikian setiap ia melangkah maka jalan yang di depannya akan menjadi terang, sehingga ia dapat berjalan dengan selamat sampai tujuan; terhindar dari lobang, genangan air, atau tersandung batu dan ranting yang dapat membuatnya celaka karena jatuh terjerebab.

Maz. 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Seiring dengan seringnya ia mendapatkan pembukaan firman dan melakukannya, imannya juga akan bertumbuh sesuai dengan pengetahuannya tentang firman Tuhan dan pembaharuan hidupnya. Ia menjadi manusia baru yang dapat bersyukur dan hidupnya dipenuhi dengan perasaan sukacita dan damai sejahtera. Dalam hidupnya tidak ada lagi perasaan kuatir atau tertekan hal-hal dunia karena seluruh beban hidupnya sudah diserahkannya kepada Tuhan; seperti ajakan yang diserukan Tuhan Yesus dalam Injil:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mat.11:28)

Hidup menurut Roh bukan suatu hal yang mudah, karena seseorang yang mau menjalaninya harus meninggalkan semua keinginannya dan lebih mementingkan kehendak Allah; tetapi setelah terbiasa ia akan dapat melakukan semua perintah Tuhan yang datang kepadanya dengan ringan dan senang-hati.

“Pikul lah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Mat.11:29-30)

This entry was posted in rohani. Bookmark the permalink.

Leave a Reply