Pertumbuhan Iman Kristiani: 5. Ketekunan (patience)

Ketekunan (patience) adalah penguasaan diri yang sudah mendarah daging sehingga tahan terhadap segala ujian dan kesulitan hidup dengan penuh kesabaran.

Ketekunan yang dituntut kepada seorang beriman ada tiga hal, yaitu: bertekun dalam doa, bertekun dalam merenungkan firman Tuhan, dan bertekun dalam menjalani pencobaan. Ketiga hal itu harus dilakukan orang Kristen sejak ia bertobat hingga ia bertemu muka dengan muka dengan Tuhan Yesus Kristus di dalam Kerajaan Sorga. Karena dengan bertekun dalam tiga hal itu seorang Kristen akan bertumbuh hingga mencapai iman yang sempurna.

1. Bertekun dalam doa.

Seorang beriman diibaratkan oleh rasul Paulus seumpama cabang pohon zaitun liar yang di tempelkan (okulasi) pada pohon zaitun sejati dan cabang itu akan hidup dari pohon zaitun sejati. Demikian pula dengan seorang Kristen imannya akan hidup apabila ia mendapatkan penghiburan, pengajaran, perintah, teguran, dan nasihat dari Tuhan melalui doa, seperti ranting pohon anggur yang hidup, bertumbuh dan berbuah karena diberi makanan oleh pokok pohon anggur. Karena dengan doa imannya akan hidup, bertumbuh hingga dewasa dan menghasilkan buah Roh.

Rm.11:24. Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.

Yoh.15:1-8. “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Melalui doa seorang beriman akan mendapatkan penghiburan Tuhan ketika ia sedang mengalami kesedihan, beban yang berat, dan tekanan dalam hidupnya; akan mendapat perintah untuk melakukan suatu hal yang diinginkan Tuhan kepadanya; akan mendapat teguran apabila ia melakukan kesalahan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan perintahNya; dan Tuhan akan memberi nasihat kepadanya agar ia melakukan semuanya tepat seperti yang diperintahkanNya.*

*lihat topik dengan judul: DOA

2. Bertekun dalam merenungkan firman Tuhan.

Mazmur Daud menggambarkan firman Tuhan sebagai pelita yang dipasang pada kaki seorang yang hendak berjalan keluar rumah pada malam hari yang gelap. Ia akan dapat melihat jalan yang akan dilaluinya karena adanya pelita itu, walaupun pada jarak yang lebih jauh ia hanya dapat melihat kegelapan malam saja.

Mzm.119:105. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Ketika seorang beriman mau melangkahkan kakinya menuruti firman yang diperolehnya maka ia akan dimampukan oleh Roh Kudus dan akan mendapatkan firman yang baru. Demikian akan berlangsung terus-menerus dan berulang dengan firman yang baru lagi bila ia mau segera meresponnya, sehingga ia semakin bertumbuh imannya dan semakin mengerti kehendak Tuhan terhadapnya.

Mzm.1:1-3. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

3. Bertekun dalam menjalani pencobaan.

Yesus Kristus berpesan kepada murid-muridNya untuk senantiasa berjaga-jaga dalam doa agar tidak sampai jatuh kedalam berbagai-macam pencobaan yang dialami dalam hidupnya dimana dengan berbagai tipu daya Iblis senantiasa berupaya untuk menjauhkan manusia dari Tuhan dan agar ia tidak selamat.

Mat.2:36-46. Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa. Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”

Dalam hal ini seorang beriman dilatih agar menjadi kuat dan memiliki kasih (agape) seperti yang diajarkan dan dikehendaki Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Seorang Kristen akan menjadi semakin tajam rasa perikemanusiaannya apabila ia melatih dirinya di dalam pergaulannya dengan orang-orang disekelilingnya, dengan orang di dalam keluarganya, dengan orang-orang yang ada di dalam lingkungan sekolahnya, dengan orang-orang di lingkungan bermainnya, dengan orang-orang di lingkungan kerjanya. Karena dengan rajin melakukan latihan iman ia akan menjadi manusia utuh sebagaimana ia diciptakan segambar dengan Allah.

Ams.27:17. Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Kej.1:27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

This entry was posted in rohani. Bookmark the permalink.

Leave a Reply